Skip to main content

Tesisnya Menarik, Murid Syekh Yusri Ini Raih Predikat Mumtaz




          Kairo, 26/04/18. Anak bangsa kembali mengukir prestasi emas di Universitas Al-Azhar, dengan sukses menyelesaikan sidang tesisnya serta mendapatkan nilai yang amat membanggakan yaitu Cumlaude (Mumtaz), Beliau adalah Ustaz Antony Oktavian bin Mahlan.

              Sidang yang berlangsung di Aula Prof. DR. Abdul Halim Mahmud ini dihadiri oleh berbagai kalangan, dan sebagian besar dari anggota almamater Al-Hikmah. Adapun murid-murid beliau yang berdarah Melayu juga tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan keberhasilan sang guru. Bahkan hadir juga ditengah-tengah para hadirin senior-senior Masisir, diantaranya Presiden PPMI, Wakil Presiden PPMI, dan Ketua PMIK.

                Sidang ini berjalan sekitar tiga jam setengah. Dimulai tepat pukul 11.00 CLT seraya diawali dengan muqaddimah yang cukup menarik perhatian hadirin serta dewan penguji. Alhamdulillah beliau telah menyelesaikan tesis yang berjudul:

تعقيبات العلامة اللآلوسي في تفسيره علي العلامة جار الله الزمخشري من أول سورة الحج الي آخر سورة سبأ عرضا ودراسة وتعليقا

               Beliau Juga tidak lupa berterima kasih kepada guru beliau yaitu Syekh Yusri. Para hadirin juga sangat bangga dengan beliau yang telah berhasil menuntaskan tesisnya yang terdiri dari 2 jilid.  Bahkan salah satu musyrif beliau menceritakan, "Suatu ketika beliau menyetor sebagian tesisnya. Namun, saya terkejut dengan hasil tulisan beliau, bahkan sampai menanyakan apakah ini memang murni tulisannya. Maka, beliau dengan sigap mengiyakannya".

           Sidang berlangsung cukup panas sebab di tengah-tengah persidangan sempat pula terjadi perdebatan antara dewan penguji dengan salah satu Duktur yang ikut hadir menyaksikan sidang tersebut, beliau adalah Dr. Hasan Watad, Dosen Senior Tafsir Fakultas Ushuluddin. 

           Banyak hal yang dikritik oleh para dewan penguji, mulai dari tidak bolehnya ada angka romawi di dalam tesis, kurang tepatnya beberapa definisi yang beliau jabarkan dan lain sebagainya. Namun para penguji kembali berkata bahwa inilah yang dinamakan munaqasyah karena manusia tak akan luput dari kesalahan, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah Swt. semata. 

              Salah satu penguji beliau merasa sangat senang dengan tesis beliau. Terutama dengan pilihan judulnya yang memang sedikit berat, karena itu penguji beliau sangat bangga ada yang dapat menyelesaikan tesis dengan mengangkat tema tersebut, apalagi yang menyelesaikannya ialah dari kalangan wafidin.

     Salah satu dewan penguji, Prof. Dr. Salim Abdul Khaliq Abdul Hamid As-Sukkari mengungkapkan bahwa beliau juga amat kagum dengan sosok Ustaz Antony yang begitu luar biasa bersemangat dalam menyelesaikan tesisnya di samping itu pula beliau amat gigih dalam menyalurkan ilmunya kepada adik-adik junior beliau, sehingga di akhir beliau mendoakan agar ustaz Antony senantiasa diberi keistiqamahan dalam kebaikan dan diridhai Allah Swt.

Adapun dewan penguji di antaranya:

1). Prof. Dr. Muhammad Abdurrahman Muhammad Abdullah (Dosen Pembimbing Pertama dan Guru Besar Tafsir dan Ilmu Al Quran Univ Al Azhar Kairo)

2). Prof. Dr. Salim Abdul Khaliq Abdul Hamid As Sukkari (Dosen Pembimbing kedua dan Guru Besar Tafsir dan Ilmu Al qur'an Univ Al Azhar Kairo)  

3). Prof. Dr. Zaki Muhammad Abu Sari' (Penguji Luar dan Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab Putra, Univ Al Azhar Kairo)

4) Prof. Dr. Ahmad Ramadhan Musthafa Diab ( Penguji dalam dan Guru Besar Tafsir dan Ilmu Al Qur'an Univ Al Azhar Cairo).

              Akhirnya, kami selaku Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin mengucapkan selamat kepada Ustaz Antony Oktavian bin Mahlan, MA. dengan penuh harapan semoga pencapaian beliau pada hari ini dapat kita jadikan sebagai mesin pembangkit semangat bagi kita semua agar lebih gigih lagi dalam menggali ilmu di bumi para nabi ini, khususnya di Universitas Al-Azhar. Dan semoga beliau senantiasa dalam lindungan Alllah Swt. serta selalu diridhai dalam setiap langkah. Allahumma aamiin.

Reporter : Rifky Ramdhani

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …