Skip to main content

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu:
هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى
"Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya"
Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut:
1.       Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam:
a.       Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal)
Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism.
Dalil rasional:
"Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian."
b.       Nafyu al-Kamm al-Munfashil (menafikan sekutu eksternal)
Artinya, tiada dzat selain Allah wajibul wujud yang menyerupai dzat-Nya.
Dalil Rasional:
-     Burhân al-Tamânu':
-     Burhan al-Tawârud:
2.       Keesaan Sifat (Wahdah ash-Shifât), ada dua macam:
a.       Tiada satupun sifat pada makhluk yang menandingi sifat Allah.
b.       Tiada dualisme dalam satu sifat yang sejenis.
-     Baik itu pada dualisme sifat dalam menciptakan makhluk, misalnya: mustahil ada dua sifat Qudrah pada Dzat Allah, karena:
·         Jika satu sifat Qudrah saja sudah cukup, maka keberadaan qudrah yang kedua adalah sia-sia dan kesia-siaan itu mustahil pada dzat-Nya.
·         Jika satu sifat Qudrah tidak cukup sehingga membutuhkan pada Qudrah tambahan, maka sifat itu memiliki kekurangan. Sedangkan kekurangan pada dzat-Nya adalah mustahil.
-     Maupun itu dualism sifat kesempurnaan Allah, seperti sifat Maha Mendengar (as-Sam') dan Maha Melihat. (al-Bashar).
3.       Keesaan Perbuatan (Wahdah al-Af'âl)
Tiada campur tangan apapun dalam perbuatan Allah.

Comments

Popular posts from this blog

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri. B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas ent

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

 كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا      Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq. A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definit