Skip to main content

Sukses Tempuh Magister, Tanah Minang Kembali Berbangga



                Rabu, 18/04/18. Al-Azhar kembali melahirkan seorang Magister perempuan, beliau adalah Ustazah Arina Amir Syarifuddin. Putri berdarah Minang ini berhasil menyelesaikan sidang tesisnya pada pukul 13.30 CLT dengan nilai yang sangat memuaskan, yaitu Cumlaude (Mumtaz).
                Aula Munaqasyah, Gedung (B) Fakultas Dirasat Islamiyah banat menjadi saksi atas keberhasilan beliau. Sidang yang dimulai pukul 11.00 CLT ini dihadiri oleh banyak kalangan dan sebagian besar mereka ialah warga Minang, juga turut hadir beberapa mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ushuluddin.
Diawali dengan muqaddimah, alhamdulillah beliau telah menyelesaikan tesis yang berjudul:

"مخطوط فتح الرحمن بتفسير القرآن للإمام عبد الرحمن بن محمد بن عبد الرحمن العليمي (٨٦٠-٩٢٨ه‍) من أول سورة الملك إلى آخر سورة الناس تحقيق ودراسة"

                Pasangan dari Ust. Zulfi Akmal, MA. ini sangat bersyukur dengan selesainya tesis yang terdiri dari 2 jilid. Para penguji juga sangat antusias dengan karya Putri Minang yang kerap disapa Uni Arina ini. Mereka satu pendapat mengatakan kalau beliau sangat memahami tesisnya dengan bukti selalu mampu menyelaraskan bacaannya dengan apa yang disampaikan penguji di dalam tesisnya.
                Tidak hanya itu para penguji juga sependapat bahwa beliau sangatlah bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan studinya ini, itulah yang menyebabkan para penguji terlihat sangat ramah ketika sidang berlangsung.
                "Manusia pasti memiliki kekurangan dan semua karyanya tidak akan sampai pada kesempurnaan." Ujar salah satu penguji. Hal ini juga yang menjadi landasan para penguji dalam mengkritik dari karya beliau. Sedikit banyaknya kritikan dan saran ialah dari cara beliau mengambil referensi, namun para penguji lagi-lagi memuji luar biasanya karena beliau mampu membuat tesis jilid pertama yang hampir sempurna. Hal ini dikarenakan jilid pertama beliau sangatlah rapi, terperinci dan teratur.
                Di Akhir, para penguji mendo'akan beliau untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan diberkahi selalu pencapaiannya dalam menuntut ilmu.
Adapun Dewan Penguji sebagai berikut:
1.       Dr. Shabrah Al-Husaini Mursi
Dosen Tafsir dan Ilmu Al-Quran, Fakultas Dirasat Islamiah Banat, Universitas Al-Azhar, Kairo (Pembimbing)
2. Prof. Dr. Tsana' Ali Mukhaimar Al-Syaikh
Ketua Jurusan Tafsir dan Ilmu Al-Qur'an, Fakultas Dirasat Islamiah Banat, Universitas Al-Azhar, Zaqaziq (Penguji Eksternal)

3.  Dr. Maryam Abdul Hamid Muhammad
Dosen Tafsir dan Ilmu Al-Quran, Fakultas Dirasat Islamiah Banat, Universitas Al-Azhar, Kairo (Penguji Internal).
                Akhirnya, kami selaku Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin mengucapkan beribu Selamat kepada Ustazah Arina Amir Syarifuddin, MA. Semoga ilmunya terus diberkahi dan bermanfaat untuk Nusa dan Bangsa serta Dunia. Allahumma Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …