Skip to main content

Weekly Profile ke-19 Dr. Hisyam al-Kamil Hamid Musa.


-----------------------------------------------
Syekh  Hisyam al-Kamil Hamid as-Syâfi’i al-Azhary telah menyelesaikan gelar doktoralnya di Institut John Hever. Beliau merupakan penulis dan pensyarah sejumlah buku keislaman. 

Syeikh penganut mazhab Syafi’i ini dikenal ramah dan sering menyelipkan candaan setiap kali menyampaikan darsnya. Bahkan beliau Banyak membuka halaqah-halaqah ilmu dan semuanya tidak dipungut biaya, siapa pun boleh mengikutinya.

Ciri khas yang selalu kita dapatkan jika kita mengikuti darsnya; beliau selalu mengajak para muridnya untuk mengawali talaqqi dengan sholawat syafi’iyah ‘ala khoir al-bariyah. Ciri khas lain dari beliau adalah, selalu mengulang-ulang perihal istiqomah, entah itu istiqomah tentang membaca kitab yang sedang dikaji, tentang ibadah, maupun lainnya, agar para murid selalu ingat betapa pentingnya sebuah istiqomah dalam menuntut ilmu.

Pendidikan formal beliau ditempuh di Universitas Al-Azhar dan merampungkan jenjang strata 1 Fakultas Syariah Wal Qanun pada tahun 1995 M. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan Strata 2 beliau mengambil konsentrasi pada kajian Fikih Islam di Institut John Hever. Lulus pada tahun 2008 M. Adapun pendidikan Strata 3, beliau melanjutkan kajian Fikih Islamnya pada universitas yang sama dan lulus tahun 2012 M.

Beliau merupakan salah seorang murid dari Dr. Ali Jum’ah, mantan Mufti Mesir, murid dari Syeikh Ismail Shadiq Al-‘Adawi Rahimahullah, mantan Imam Masjid Al-Azhar, Syekh Murad An-Naqsyabandi, Syekh Shalahuddin Mahmud Nashar.

Saat ini beliau aktif menjadi Imam dan Khatib Masjid Al-Zahir Baybars, Kairo, juga aktif mengajar ilmu fiqih, mawaris, tauhid dan sejarah para nabi di Masjid Al-Azhar, Masjid Dardir, Madyafah Syekh Ismâil Shâdiq Al-Adawi dan di berbagai tempat lainnya. 

Beliau adalah seorang ulama muda yang aktif menulis dan membaca. Betapa tekun dan gigihnya beliau dalam menyampaikan ilmunya. Syeikh yang suka guyonan ini sanggup duduk berjam-jam untuk menulis kitab atau syarah dengan  ringkas dan bahasa yang mudah dipahami. Pada akhir Februari 2018, lehernya sempat tidak bisa digerakkan karena terlalu lama membaca dan menulis. Walaupun hujan melanda Kairo, walaupun beliau sakit, beliau tetap berangkat untuk mengajar; menyebarkan ilmu dengan senyum manis dan keceriaannya. 

Di antara karya beliau adalah:
-Fath al-`Allâm Syarh Manzumah `Aqidah al-`Awâm 
-Kitab Al Minah al-Ilâhiyyah fi al-Adab al-Islamiyyah
-Kitab Khulâshah al-Anbâ’ fi Qashash al-Anbiyâ’
-Kitab al-Anwar al-Muhammadiyah Syarah al-Arba’în al-Nawawiyyah
-Kitab Al-Isyraqât Al-Saniyyah bi Syarhi al-Syamâil al-Muhammadiyyah
-Kitab Al-Imta’ bi Syarhi Matn Abi Syujâ’
-Kitab Tabshirah al-‘Uqalâ bi Qashash al-Anbiyâ’ dan masih banyak lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …