Skip to main content

Ushul College Week; HUT SEMA-FU ke-21, "Back to Campus, Back to Muqorror"


Ushul College Week merupakan serangkaian acara berupa webinar, lomba-lomba, bagi hadiah dan bersih-bersih kuliah sebagai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) ke-21. Acara dengan tema “Back to Campus, Back to Muqorror" ini diangkat karena tema tersebut merupakan bentuk penggabungan HUT dan juga pekan keilmuan. Dengan tema ini, menarik perhatian mahasiswa untuk lebih giat membaca muqoror dan juga menghadiri muhadoroh di Kampus. Selain itu acara ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa ushuluddin secara umum lebih dekat dengan senat agar lebih terjalin silaturahmi dari senat ke masyarakat ushul. Puncak perayaannya berlangsung pada Jum'at (18/11) di Sekretariat KM-NTB, Hay Sabi, Nasr City. Dalam acara ini, Kabinet Qushwa turut mengundang Badan Pengurus Organisasi (BPO), para Demisioner, Dewan Konsultatif, Senior, perwakilan Ketua Senat Fakultas, Wihdah, serta PPMI.

Acara dimulai pada pukul 10.00 CLT. oleh Saudara Muhammad Naufal selaku Pembawa Acara yang dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Masagus Farhan Al-Fattah. Sambutan pertama dituturkan oleh Ketua Pelaksana, Ubaidillah Chair. Sambutan kedua disampaikan oleh Muhammad Fathan Roshish selaku Ketua SEMA-FU dan sambutan terakhir oleh Wakil Presiden PPMI, Muhammad Ikramurrahman Amin.

Acara diteruskan dengan pemotongan tumpeng ulang tahun SEMA-FU secara simbolis yang dilakukan oleh Muhammad Fathan Roshish selaku Ketua SEMA-FU ke pada Nabiel Fauzan Mulyana selaku Senior SEMA-FU, Rizky Kurniawan selaku Wakil Ketua SEMA-FU kepada Muhammad Yusril Firdausi Nuzula selaku Ketua BPO, dan Luthfiyah Maulidiyah selaku Bendahara SEMA-FU kepada Cut Zahrina Azmi selaku Dewan Konsultatif. Acara disambung dengan pemutaran video ucapan selamat oleh sejumlah Gubernur Kekeluargaan lalu dilanjut dengan pembagian hadiah bagi pemenang. Juara 1 lomba opini dijuarai oleh Saudara Ruhul Jadid dengan judul "Azhary; Antara gelar dan pengamalan", juara 2 Saudari Nadia Nuril Kariem dengan judul "Peningkatan Efektivitas Mabar; Mencetak mahasiswa Proaktif", juara 3 Saudara Muhammad Ghifari dengan judul "Masisir dan digitalisasi  muqarrar". Juara 1 lomba reels dijuarai oleh saudari Hanifah Ramadhanty dan juara 2 oleh saudara Aufa Alwan. Juara 1 lomba instastory dijuarai oleh saudari Hanifah Ramdhanty dan juara 2 oleh Saudari Latifah. Kemudian sesi foto tamu undangan.

Usai salat, acara diampu oleh Ahmad Zakki dan Harun Naufal selaku pembawa acara dengan agenda sharing bersama Demisioner dan Dewan Konsultatif SEMA-FU. Wahyudi Maulana Hilmy (Anggota Humas Kabinet Ar-Ruhul Jadid), Muhammad Fathan Winarto (Anggota Kaderisasi Kabinet Ruwwadul Umam, Koordinator Divisi PSDM Kabinet Harakah) Muhammad Syihabuddin Alawy (Anggota Keilmuan Harakah), Risa Aulia Rahmi; (Anggota PSDM Kabinet Harakah dan Sekretaris Kabinet Rabithah), Dewi Khoiriyatul Istiqomah Fatchori Putri (Anggota PSDM Kabinet Harakah dan Wakil Koordinator DWP Kabinet Rabithah) juga Nabiel Fauzan Mulyana (Anggota Medinfo Kabinet Ar-Ruhul Jadid, Koordinator Media Kabinet Ruwwadul Umam, Wakil Ketua SEMA-FU Kabinet Harakah).

Pukul 15.15 CLT., acara dilanjut dengan games antar Divisi SEMA-FU dan tukar kado antar anggota Dewan Pengurus (DP) SEMA-FU guna mempererat hubungan para anggota. Lalu, acara diakhiri dengan ramah-tamah dan sesi foto bersama pada pukul 21.00 CLT. Diharapkan dengan rangkaian kegiatan Ushul College Week ini para mahasiswa semakin bersemangat untuk berkuliah, dan juga pengingat bagi para anggota DP untuk kembali meluruskan niat dalam berkhidmah.


(Yasmin Fidinillahi Ahmad)

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.        Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât) , ada dua macam: a.        Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Ma

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri. B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas ent

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

 كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا      Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq. A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definit