Skip to main content

Duktur Hasan Sambut Hangat Kunjungan Mahasiswa Ushuluddin



El Marg – Delegasi Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) yang terdiri dari Dewan Pengurus Harian (DPH) dan divisi HUMAS, disambut hangat ketika mengadakan kunjungan silaturahmi  ke Duktur Ahmad Hasan pada Jumat (2/10) di distrik El marg, Kairo.

Pada kunjungan ini, ia menceritakan pengalamannya Ketika berkunjung ke Indonesia tahun 2018 lalu. Duktur Hasan berkunjung ke Yogyakarta dan beberapa kota lainnya. Duktur Hasan juga mengajar di pondok pesantren di Yogyakarta dan mendapat sambutan yang baik dari para santri.

Pada kesempatan ini juga, ia menyampaikan urgensi bahasa arab bagi para mahasiswa. kemudian juga menyatakan bahwa bahasa arab fushah adalah Bahasa yang tetap dan tidak berubah sehingga banyak kitab-kitab turats di zaman dahulu masih bisa dipahami di zaman sekarang.

Ia  juga memberikan tanggapan terhadap mahasiswa Indonesia. “Mahasiswa Indonesia di Mesir ini banyak jumlahnya, mereka aktif di kelas dan rajin.” Tuturnya.

Di akhir pertemuan ini, ia menyampaikan pesan untuk para mahasiswa secara umum dan mahasiswa Indonesia khususnya. Diantara pesan Duktur Hasan yaitu jangan sampai ada sesuatu yang membuyarkan konsentrasi, dan memalingkan dari tujuan utama ke Mesir karena seluruh mahasiswa itu datang ke Mesir dan meninggalkan semua keluarganya di negaranya untuk tujuan menuntut ilmu.

ia juga berpesan untuk saling tolong menolong dalam belajar sesama mahasiswa, baik mahasiswa yang telah lama datang, maupun mahasiswa baru yang akan datang nanti karena tolong menolong sesama  juga menjadi faktor keberhasilan mahasiswa dalam belajar.


( Nur Halimah )

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …