Skip to main content

Raih Prestasi Mengagumkan, Mahasiswa Asal Minang Sukses Rampungkan Disertasinya di Universitas Al-Azhar Kairo

ushuluddin.com, Kairo - Pada pertengahan tahun 2020, Ustadz Irfan bin Risnal Zein, mahasiswa asal kekeluargaan Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) berhasil menuntaskan sidangdisertasinya. Sidang diadakan pada Minggu (07/06) di Madraj Imam Dzahabi.

Beliau mengambil takhossus di Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. Dalam sidang kali ini beliau diuji oleh Prof. Dr. Muhammad Abdul Malik Mustofa, Guru Besar Prodi Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur'an sekaligus Dekan Fakultas Ushuluddin & Dakwah Universitas Al-Azhar Asyut (Penguji Eksternal) dan Prof. Dr. Abdul Fatah Abdul Ghani Muhammad Al-'Awariy,Guru Besar Prodi Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur'an sekaligus Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo (Penguji Internal).

Meskipun sidang kali ini berjalan di tengah pandemi, sidang tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah diinstruksikan. Pada sidang kali ini jumlah hadirin dibatasi oleh pihak kuliah dan para hadirin diwajibkan untuk mengenakan masker.

Sidang berlangsung selama 3 jam dimulai dari jam 13.00 sampai jam 16.00 CLT. Suasana selama sidang berlangsung terbilangcukup tegangUstaz Irfan terus diberikan pertanyaan terkait karyanya, namun beliau sukses mempertahankan risalahdisertasi beliau dengan baik.

Adapun judul risalah yang dibawakan oleh Ustadz Irfan adalah :
الدخيل في التفسير " الأزهر "، للمفسر الإندونيسي: البروفيسور الدكتور الحاج عبد المالك كريم أمر الله، الملقب ب (( بويا حمكا ))، المتوفيى سنة 1981 م

Di bawah bimbingan Prof. Dr. Mahmud Luthfi Muhammad Ghad dan Prof. Dr. Toha Abdul Khaliq Abdul Aziz, beliau memperoleh predikat Martabah Syarof Tsaniyah ketika pembacaan hasil di penghujung sidang.

Oleh: Alfi Syahri
Editor: Alif Rafdi

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …