Skip to main content

Perkenalkan Diktat, SEMA-FU Gelar Bincang Muqorror



ushuluddin.com - Jumat (11/10) puluhan mahasiswa tingkat satu berkumpul di Hadiqoh Lotus, Hay Sabi untuk mengikuti kegiatan Bincang Muqorror yang diadakan oleh Bagian Kaderisasi Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin.

Acara dimulai pada pukul 16.00 dibuka oleh Saudara Nasir Savero selaku pembawa acara. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Saudara Novian Nuzul Faza selaku Ketua Senat Ushuluddin.

Bincang Muqorror diadakan dengan membagi peserta menjadi 6 kelompok, 3 kelompok untuk banin dan 3 kelompok untuk banat. Setiap kelompok memiliki moderator untuk memandu jalannya penyampaian maklumat seputar muqorror.

Pemateri untuk banin adalah Ustaz Naqib Hasan, mahasiswa asal Spanyol peraih predikat mumtaz di tingkat 2, Ustaz Rofi Dwicita Mahardika, mahasiswa jurusan akidah dan filsafat tingkat 3 dan Ustaz Muhammad Aviv Nafiudin, mahasiswa jurusan akidah dan filsafat tingkat 3. Untuk banat, ada Ustazah Choirotin Nurlatifah, Ustazah Uswatul Husniyah dan Ustazah Mirna Risafani, yang mana mereka merupakan mahasiswi ushuluddin tingkat 4.

Acara berjalan lancar, setelah pemaparan terkait muqorror serta tips dan trik menghadapi perkuliahan disampaikan, acara ditutup dengan sesi pertanyaan dan doorprize.

Dalam wawancara via whatsapp, Novian Nuzul Faza Ketua SEMA-FU menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengenalkan diktat kuliah Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar yang berbeda dibanding diktat yang biasa ditemui di kampus-kampus Indonesia pada umumnya

“Apalagi sekarang Al-Azhar sedang menggaungkan back to turats, yaitu kembai ke kitab-kitab klasik yang tingkat kesulitan untuk memahaminya berada di atas kitab-kitab kontemporer.” Ujar Pria yang akrab dipanggil Novian tersebut.

Bincang Muqorror kali ini mengundang beberapa pemateri yang mendapatkan predikat mutafawwiqin dalam imtihan, diantaranya adalah Naqib Hasan, Mahasiswa asal Spanyol yang sering berkecimpung juga dalam kegiatan-kegiatan SEMA-FU.

Wanda, salah satu peserta Bincang Muqorror mengaku acara ini sangat membantu untuk mengetahui gambaran tentang muqorror, tips mengenali dukturah dan juga metode awal dalam belajar

“Dan tidak lupa mendapat tips-tips menghadapi ujian yang tentu saja tidak lama lagi akan kita hadapi bersama.” Ujar mahasiswi asal Tasikmalaya tersebut.

Oleh: Nabiel Fauzan
Editor: Alif Rafdi

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …