Skip to main content

Ditulis sejak tahun 2017, tesis Ust. Fakhrul Washil Ghalib, Lc., M.A. diberi predikat Mumtaz

Alhamdulillah, telah selesai sidang tesis Ust. Fakhrul Washil Ghalib, Lc. M.A. dengan meraih predikat Mumtaz, sidang dilaksanakan pada Rabu (28/09), yang bertempat di Auditorium Imam Adz-Dzahabi, Fakultas Ushuluddin Banin, Universitas Al-Azhar, El Darb El Ahmar, Kairo.

Sidang tesis tersebut berlangsung selama tiga jam, dipandu oleh Prof. Dr. Muhammad Amin Abu Bakr; Profesor Pendamping Tafsir dan Ulumul Qur'an Fakultas Ushuluddin Kairo sebagai Pembimbing Utama, Prof. Dr. Salim Abdul Kholiq Abdul Halim As-Sukary; Profesor Tafsir dan Ulumul Qur'an dan Pembantu Dekan Fakultas Ushuluddin Kairo sebagai Pembimbing Pendamping, Prof. Dr. Sya’ban Muhammad Atiyyah; Profesor Pendamping Tafsir dan Ulumul Qur’an Fakultas Ushuluddin Kairo sebagai Pendebat Internal, dan Prof. Dr. Abdu Asy-Syafi'; Profesor Tafsir dan Ulumul Qur'an Fakultas Ushuluddin Kairo sebagai Pendebat Eksternal.

Tesis yang mulai ditulis sejak tahun 2017 oleh pemuda Makassar, Sulawesi itu berjalan dengan cukup lancar dengan judul berikut:

‏تقيبات العلامة الألوسي في تفسيره (روح المعاني في تفسير القرآن العظيم والسبع المثاني) على العلامة جار الله الزمخشري في تفسيره (الكشاف عن حقائق التنزيل وعيون الأقاويل في وجوه التأويل) من أول سورة هود إلى آخر سورة إبراهيم عرض ودراسة وتعليق

Presentasi, Studi dan Komentar terhadap Komentar Al-Alusi dalam Tafsirnya (Ruh al-Ma'ani) tentang al-Zamakhsyari dalam Tafsirnya (Al-Kasyf) dari Awal Surah Hud hingga Akhir Surah Ibrahim.

Mahasiswa yang pernah aktif sebagai anggota divisi pendidikan angkatannya, pengurus kekeluargaan, sekretaris FTL ICMI Kairo, dan sebagai bendahara JQHNU itu memilih tema di atas bukan tanpa alasan. Beliau memilihnya berdasarkan lanjutan dari tema tesis salah satu senior yang membahas ta’qibat Imam Alusi dan Imam Zamakhsyari dari surah Al-A’raf sampai surah Yunus.

Dengan tesis setebal 585 halaman itu, Ust. Fakhrul memiliki keinginan untuk memberikan kontribusi dalam khidmah terhadap Al-Qur’an dengan cara mempelajari, memahami dan mentadaburi Al-Qur’an. Selain itu, menurut beliau, kitab tafsir Ruhul Ma’ani dan Al-Kasyaf sangat bagus untuk menelaah firman Allah dari berbagai segi. Selain itu, komentar dan ulasan Imam Alusi terhadap penafsiran Imam Zamakhsyari yang terbagi menjadi beragam masalah ilmiah yang membuat tema ini semakin menarik untuk dibahas. Mempelajari pendapat dan pemikiran dua mufasir besar ini.

Sementara itu, tentu dalam proses penulisan tesis ini tak semudah menjentikkan jari. Terdapat kesulitan dalam tesis yang beliau buat, yang pertama seperti memahami kalam Imam Zamakhsyari, karena memahaminya membutuhkan referensi dari macam-macam kitab dan hasyiyah di masing-masing bidangnya seperti akidah, tafsir, nahwu, balaghoh, dan lain-lain. Penting juga untuk mengonfirmasikan, apakah pendapat beliau murni dari pemikirannya atau terpengaruh dari ulama lain. Dari sinilah penulisan tesis ini memakan waktu cukup lama, karena untuk satu perkara saja, bisa menghabiskan waktu berhari-hari sampai berminggu-minggu. Kesulitan kedua merupakan proses tarjih yang harus disertai dengan kaidah-kaidahnya, dan mengwajibkan bahits yang ilmunya masih terbatas untuk memberikan tarjih, walau hanya mengutip ulama terdahulu.

Harapan Ust. Fakhrul untuk tesis ini, yaitu beliau bisa banyak belajar, bisa bermanfaat dan menjadikan tesisnya ini menjadi bahan bacaan tambahan untuk studi bidang terkait. Beliau juga berharap bahwa tesis ini bisa menjadi amalan dalam timbangan kebaikan untuk beliau, keluarga, teman dan pembimbing yang telah membantu beliau, serta-merta menjadi hadiah untuk Rasulullah, masyayikh, ulama, auliya’ shalihin khususnya Imam Alusi dan Imam Zamakhsyari.

Sementara itu, ketika diminta untuk memberikan pesan untuk warga Ushuluddin yang ingin melanjutkan studi ke prodi Tafsir, beliau berucap, “Ilmu tafsir membutuhkan banyak perangkat ilmu untuk memahami satu ayat saja. Caranya, dengan membaca kitab turats dan memperkuat ilmu alat seperti menghadiri majelis ilmu, muhadhoroh dan talaqqi ushul fiqih, lughah, dan balaghah yang menunjang ilmu tafsir.”

Beliau juga mendorong Warga Ushuluddin untuk mengambil kesempatan untuk mengkhatamkan Al-Quran, karena dalam menafsirkan sebuah ayat, perlu juga untuk mengetahui ayat yang berkaitan dengannya.

"نأخذ بالأسباب وتوكل على المسبب ولا تتوكل على الأسباب"

Pesan terakhir yang beliau sampaikan adalah berusaha semaksimal dan bertawakal kepada Allah, dan tidak mengandalkan usaha kita. Beliau berharap semoga ini bisa menjadi motivasi dan menjadi bantuan bagi mahasiswa yang menempuh S2 di Al-Azhar.



(Nahwa Haya Aghniarizka)

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.        Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât) , ada dua macam: a.        Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Ma

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri. B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas ent

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

 كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا      Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq. A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definit