Skip to main content

SEMA-FU dan PMIK Adakan Seminar dan Rihlah Book Fair


     Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin bekerja sama dengan Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo sukses mengadakan Seminar dan Rihlah Book Fair 2020. Acara seminar dilaksanakan pada Senin (27/1) bertempat di Aula Wisma Nusantara, Rabea Adawea. Sedangkan rihlah diadakan sehari setelah seminar pada Selasa (28/1) di Egypt International Exhibition Center, Tajammu Khamis.
Acara ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa terkait sejarah Book Fair serta berbagai hal yang berkaitan dengannya dan juga untuk memberi wawasan seputar jenis buku yang harus diprioritaskan untuk dimiliki lengkap dengan penulis dan penerbitnya. Pada acara seminar, sesi pertama diisi oleh Ustaz Khalilurrahman, Lc.,Dipl. Dengan tema pemetaan turats. Adapun sesi kedua disajikan oleh Ustaz H. Muhammad Aditya Wirawan, Lc. Yang menyampaikan seputar sejarah serta keistimewaan Cairo International Book Fair pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya.
     Pada sesi rihlah book fair, peserta dibagi kedalam beberapa kelompok dan pada tiap kelompok terdapat satu orang pemandu yang akan membimbing kelompok tersebut sembari mengelilingi dan mengeksplorasi setiap stand buku yang ada di Cairo International Book Fair 2020.

      Peserta terlihat sangat antusias mengikuti acara Seminar dan Rihlah Book Fair 2020 ini. "Saya sangat senang dengan terselenggaranya acara ini, karena kita diberikan pengetahua- pengetahuan baru seputar Book Fair serta tips dan trik jitu dalam berburu buku bacaan." Ujar Alif Rafdi, salah seorang peserta kegiatan tersebut



     Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan kata-kata penutup dari panitia. "Saya sangat berterima kasih kepada kawan-kawan panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara kita ini dan kepada peserta yang telah berpartisipasi pada acara ini." Ujar Novian Nuzul Faza mewakili panitia acara.

Oleh: Novian Nuzul Faza


Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …