Skip to main content

Sambut Tahun Ajaran Baru Kuliah, Fakultas Ushuluddin Selenggarakan Grand Opening dan Takrim Mutafawwiqin




     Ushuluddin.com , Kairo -  Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru kuliah, Senat Ushuluddin kembali menyelenggarakan acara tahunan yaitu Grand Opening dan Takrim Mutafawwiqin pada Sabtu (21/9) di Madraj Imam Bukhari, Kuliah Banin, Darrasah.

     Pukul 09.45 CLT, terlihat beberapa mahasiswa mulai berdatangan dan langsung disambut oleh dua resepsionis banat dan banin serta dua panitia dari Tazkeeya Study Club. Sebelum acara dimulai, wakil dekan Fakultas Ushuluddin sempat mengunjungi ruangan acara, "Saya datang kemari karena kalian menyelenggarakan acara untuk mahasiswa baru,” ujar beliau sambil menjabat tangan beberapa panitia sembari membagikan pena dengan cap Al-Azhar kepada peserta maupun panitia.

     Sekitar pukul 10.30 CLT, acara dibuka oleh dua MC (Master of Ceremony) yaitu Muhammad Ardabilla dan Luthfi Isnanjaya, lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ahmad Bahidi. Setelah itu, para hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Mesir. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari Hamzah Assad Abdul Jabar selaku ketua pelaksana, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Senat Ushuluddin, Novian Nuzul Faza. Sambutan terakhir disampaikan langsung oleh Wakil Presiden PPMI Mesir, Nasruddin Babas Hasan, Lc.

     Acara dilanjutkan dengan talk show tips dan trik menggapai mumtaz oleh keynote speaker pertama, yaitu Ustaz Baha Abdus Shamad, mahasiswa asal Mesir tingkat 4, peraih predikat mumtaz tiga kali berturut-turut. Beliau mengaku dua jam harus ditempuhnya dengan metro setiap perjalanan ke kuliah. "Kuasailah bahasa amiyah,” ungkapnya saat menjabarkan kiat-kiat menggapai mumtaz, karena pengajar di Al-Azhar tidak selalu menggunakan Bahasa Arab fushah (formal), bahkan lebih dominan menyampaikan dalam bahasa amiyyah Mesir. Akhir sesi bersama Ustaz Baha tersebut ditutup dengan pertanyaan dari beberapa mahasiswa.

     Keynote speaker kedua yaitu Ustazah Nurul Aini Azizah, Lc., Dipl. Beliau merupakan mahasiswi asal Indonesia peraih predikat mumtaz empat kali berturut-turut saat menempuh S1 (Strata 1) dan sekarang beliau hampir menyelesaikan S2-nya di Universitas Al-Azhar Kairo. "Know your self,” ujar beliau sembari menjelaskan bagaimana kita harus memahami kemampuan diri kita sendiri agar bisa belajar dengan maksimal. Sesi sharing bersama beliau ditutup dengan beberapa pertanyaan dari mahasiswi. Setelah itu, kegiatan disambung dengan penyerahan cendera mata untuk masing-masing pemateri, lalu istirahat  sebentar karena sudah masuk waktu salat zuhur.

Pukul 13.30 CLT, acara sosialisasi Tazkeeya Study Club dibuka dan disampaikan langsung oleh Ketua Tazkeeya, Iffan Fairuz, qdisusul dengan pemberian doorprize kepada pemenang lomba twibbon sambil menunggu kedatangan pemateri selanjutnya, yaitu Dr. Abdul Fattah Abdul Ghani Al-Awariy, Dekan Fakultas Ushuluddin sekaligus Ulama Tafsir terkemuka di Mesir, Duktur Al-Khusyu'i Al-Khusyu'i Muhammad Al-Khusyu'i, uru besar dalam bidang Ilmu Hadits, Dukturah Ilham Muhammad Syahin, guru besar Ilmu Akidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin Banat yang juga merupakan Asisten Sekretaris Umum Majma Buhuts al-Islamiyyah.

Pukul 14.00 CLT,  Dr. Abdul Fattah dan  Dr. Ilham datang. Kehadiran keduanya langsung disambut oleh segenap warga Ushuluddin. Dimulailah sesi selanjutnya yaitu sambutan oleh Dr. H. Usman Syihab, M.A., selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo. Lalu acara pun dilanjutkan dengan irsyadat dan taujihat dari Dr. Abdul Fattah Abdul Ghani al-Awariy, “Jika nanti ketika kuliah ada dosen yang tidak masuk, sampaikan kepada saya. Saya bersumpah, saya sendiri yang akan menggantikannya. Tidak pantas kalian yang sudah sangat bersemangat seperti ini diperlakukan seperti itu,” ujar Dekan Fakultas Ushuluddin tersebut. “Al-Azhar beserta ulamanya siap untuk mendidik dan terbuka kepada kalian semua, sampai Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayyib menaruh amanat serta mengklaim bahwa peran mahasiswa itu begitu besar di zaman ini, maka dari itu kami menghimbau kepada kalian semua agar kalian semua serius belajar di Al-Azhar, mengambil semua ilmu yang ada dan dekatlah dengan para masyayikh Al-Azhar sehingga ilmu dan keberkahan selalu tercurahkan. Jadilah mahasiswa yang bisa meneruskan manhaj azhari yang menjadi penerang bagi umat, menjadi penengah problematika masyarakat, karena Islam merupakan rahmatan lil alamin,” sambung beliau sambil menutup pembicaraan.

Selanjutnya taujihat dari Dr. Ilham Muhammad Syahin. Beliau menyampaikan bahwa perempuan ialah bunga Mawar yang menghiasi Al-Azhar, serta kunci belajar itu sendiri adalah membaca dan menulis, amalkan apa yang diketahui, niatkan semuanya ikhlas karena Allah Azza wa Jalla.

https://www.instagram.com/p/B2w7LntHLbw/?igshid=1nbeg67riqanw

Dr. Ahmad Ma'bad Abdul Karim dan Dr. Al-Khusyu'i pun turut hadir pada acara ini. Saat memasuki aula, para hadirin menyambut beliau berdua dengan berdiri serentak sebagai bentuk penghormatan. Selanjutnya, Dr. Al-Khusyu'i berpesan, "Pikirkan sebab dan tujuan sebelum menyelesaikan pelajaran dan saya menasehati dari pengalaman bukan dari perkiraan yang sering dikatakan.”

Acara selanjutnya yaitu Takrim Mutafawwiqin yang mana para mahasiswa dan mahasiswi dengan predikat Mumtaz (Summa Cum Laude) dan Jayyid jiddan (Cum Laude) dipanggil namanya untuk maju satu persatu ke depan ruangan dan mengambil sertifikat. Penonton terlihat bertepuk tangan memeriahkan acara. Acara diakhiri dengan penyerahan piagam dan foto bersama para peraih nilai terbaik.

Oleh: Fitriani Silfa Fauziah


Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …