Skip to main content

Perkenalkan Dunia Perkuliahan, SEMA-FU Adakan Rihlah Fakultas




ushuluddin.com, Kairo – Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin adakan Rihlah Fakultas pada Sabtu (28/9). Agenda tahunan tersebut diadakan di gedung Fakultas Ushuluddin, Darrasah untuk mahasiswa baru, sedangkan mahasiswi baru memulai agenda rihlah di depan Gedung Qadim, Kuliyah Banat.

Peserta yang mengikuti acara ini dikenakan tarif sebesar 10 LE dengan fasilitas berupa pin ushuluddin, softcopy denah fakultas dan makanan ringan. Pukul 08.30 WLK, para mahasiswa baru sudah mulai berkumpul di depan Kuliyah Banin dan melakukan pendaftaran sekaligus mengambil pin.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WLK, sebelum dimulai, acara dibuka terlebih dahulu oleh Saudara Resha Husain Luthfi. Untuk para mahasiswa, para peserta dibagi menjadi 3 kloter. Kloter pertama yang beranggotakan 30 orang dipimpin oleh Saudara Mufid Firdaus dan Saudara Resha. Kloter kedua dengan jumlah 33 peserta dipimpin oleh Saudara Novian Nuzul Faza dan Saudara Alif Rafdi. Kloter pertama dan kedua memulai perjalanan pada waktu yang sama, sedangkan kloter ketiga yang dipimpin oleh Saudara Faisal Fikri dan Saudara Hilman Abdillah Putra baru memulai perjalanan pada pukul 10.00 WLK . Kelompok yang  beranggotakan 24 peserta tersebut terlambat memulai rihlah dikarenakan sejumlah peserta masih dalam perjalanan.

Saat rihlah berlangsung, para mahasiswa baru diajak untuk menjelajahi berbagai ruangan yang ada di Gedung Fakultas Ushuluddin, dari ruang kelas, kantor Dekan, syu’un, khozinah, ruang kontrol, masjid, hingga perpustakaan. Peserta juga dijelaskan bahwa dari tiap qism yang ada di Fakultas Ushuluddin terdapat Rais Qism yang bertanggung jawab. Ada Ustaz Dr. Mahmud Muhammad Husain selaku Rais Qism Aqidah wa Falsafah, Ustaz Dr. Salim as-Sakri selaku Rais Qism Tafsir wa Ulumil Qur’an, dan Ustaz Dr. Hisyam Ibrahim Farj selaku Rais Qism Hadits wa Ulumihi.

Pada rihlah kali ini, para mahasiswa baru mendapat kesempatan untuk bertemu dan masuk ke ruangan Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Thoha Abdul Khaliq Abdul Aziz. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain itu beliau juga menyampaikan motivasi kepada para Maba agar selalu rajin dalam menuntut ilmu. Pada kegiatan ini, para Maba pun turut menjelajahi basemen Gedung Fakultas Ushuluddin, yang mana terdapat ruang perpustakaan yang cukup luas. Perpustakaan tersebut menyimpan banyak sekali buku-buku rujukan yang dapat membantu untuk lebih mendalami ilmu, khususnya Ilmu Tafsir, Hadits, juga Akidah dan Filsafat.

Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Abdul Fattah Abdul Ghani al-Awary pun menyempatkan waktunya untuk menyapa serta memberikan irsyadat dan taujihat kepada Para Maba. “Kalian semua harus masuk kuliah dari awal, jangan masuk hanya pada saat-saat terakhir perkuliahan. Belajar itu dicicil dari awal, jangan ditumpuk di akhir karena akan terasa berat. Jangan menghadiri kajian selain pengajian yang didakan Al-Azhar, hindarilah pengajian yang menyimpang dari manhaj Al-Azhar.” Ujar beliau.

Sebelum kegiatan ditutup, panitia mengadakan sesi tanya-jawab seputar maklumat yang telah disampaikan saat rihlah berlangsung. Terdapat 7 pertanyaan dan 7 orang yang berhasil menjawab berhak mendapatkan hadiah dari panitia.

Rihlah Fakultas yang diadakan di Mabda Qadim, Kuliyah Banat juga dimulai pada pukul 09.00 WLK. Sebelum dimulai, acara dibuka oleh Saudari Mutia Syahidah. Kloter pertama dipimpin oleh Saudari Nisrina dan Saudari Sholawatun Zein Hasanah. Kloter kedua dipimpin oleh Saudari Aisyah Rifqi Fathin dan Saudari Cut Zahrina. Kloter ketiga yang dipimpin oleh Saudari Najla Qo’datul Lailah dan Saudari Hasna baru memulai perjalanan pada pukul 10.00 WLK, sedangkan kloter terakhir yang dipimpin oleh Saudari Mutia Syahidah dan Eka Yulianti berangkat pada pukul 11.30 CLT.

Saat Rihlah Fakultas berlansung, para Maba diajak untuk mengenal dan menjelajahi berbagai ruangan yang ada di area kuliah, salah satunya adalah maktabah (perpustakaan). Terdapat 4 jenis maktabah, yaitu Maktabah ar-Rasail yang memuat karya tesis dari dulu hingga saat ini, Maktabah lil Kutubi at-Turats yang memuat kitab-kitab turats, Maktabah al-Ithla yang merupakan akses perpustakaan dan juga Maktabah Sam’iyyah.



Pada momen Rihlah Fakultas ini, para Maba mendapatkan kesempatan berharga untuk bertemu dengan Dekan Fakultas Dirosat Islamiyyah, Dr. Syafiqoh asy-Syahawi Ridwan. Beliau menyambut hangat para Maba yang sedang mengadakan kegiatan ini, tidak hanya itu, beliau juga mempersilahkan peserta rihlah untuk masuk ke ruangannya. “Selamat datang di Mesir, semoga kalian senang disini. Saya tidak mungkin bias duduk Bersama dan berbincang dengan semua mahasiswi yang jumlahnya sangat banyak, namun jika kalian ada keluhan apa saja, in syaa Allah saya akan selalu ada untuk kalian.” Ujar beliau.

Agenda Rihlah Fakultas di Kuliah Banin berakhir pada pukul 11.30 CLT dan ditutup langsung oleh Ketua Senat Fakultas Ushuluddin, Saudara Novian Nuzul Faza. Beliau menyampaikan bahwasanya agenda ini merupakan awal dari rentetan kegiatan kegiatan keilmuan yang akan diadakan oleh senat guna menunjang grafik kenajahan para mahasiswa Fakultas Ushuluddin. Untuk Rihlah Fakultas di Kuliah Banat sendiri berakhir pada pukul 12.30 WLK dan ditutup langsung oleh Saudari Mutia Syahidah.

Acara yang dipanitiai oleh Bagian Kaderisasi SEMA-FU ini cukup banyak diminati oleh para Maba. Terhitung ada sekitar 270 pendaftar dari banin maupun banat. Sedangkan total peserta yang hadir berjumlah 136 orang, dengan rincian 87 peserta laki-laki dan 49 peserta perempuan.

“Alhamdulillah kegiatannya bagus dengan memperkenalkan tempat-tempat di sekitar area Gedung Fakultas Ushuluddin, selain itu kita pun mendapatkan taujihat langsung dari Amid. Diharapkan juga kedepannya acara dapat dimulai tepat waktu, hehe.” Ungkap Shafwan, salah satu peserta rihlah.

Oleh: Mutia Syahidah
Editor: Alif Rafdi






Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …