Skip to main content

Isti’dâd li al-Imtiḥân, Wadah Pemantapan Diri Menghadapi Ujian dan Penuntasan Segala Permasalahan Perkuliahan di al-Azhar


     Kairo, SEMA-FU— Bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin al-Azhar, Senat Mahasiswa Fakultas 
Ushuluddin (SEMA-FU) sukses menyelenggarakan sesi pertama dari dua sesi Isti’dâd li al-Imtiḥân. 
  Rencananya, acara ini akan dilangsungkan selama dua hari, yaitu pada Ahad dan Senin tanggal 16 
dan 17 Desember 2018. Acara ini ditujukan kepada para Mahasiswa al-Azhar yang akan menjalani 
serangkaian ujian termin satu di awal Januari. Acara ini dilaksananakan di aula Imam Bukhori yang 
bertempat di gedung Fakultas Ushuluddin. Adapun yang menjadi pembicara dalam sesi pertama 
acara ini adalah Dr. Toha Abdul Kholik Abdul Aziz selaku Wakil Rektor Fakultas Ushuluddin 
Universitas al-Azhar Kairo.
   Dalam sesi pertama ini, Dr. Toha menyampaikan mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan dan 
dipersiapkan oleh para Mahasiswa al-Azhar dalam menghadapi ujian. Berbagai hal yang disampaikan 
oleh Dr. Toha diantaranya adalah sebagai berikut: 
1. Pentingnya tolong menolong sesama Mahasiswa al-Azhar untuk dapat meraih kesuksesan 
bersama dalam ujian. Karena saling tolong dalam melakukan kebaikan merupakan suatu 
keharusan yang mesti dilakukan oleh setiap muslim. Sesungguhnya Allah Swt. pasti akan 
memberkahi siapa saja orang yang menolong sesamanya untuk meraih kesuksesan.
2. Jika terdapat satu atau beberapa materi yang terasa sulit untuk dipahami, maka waktu yang 
seharusnya difokuskan untuk mempelajari materi yang sulit tersebut harus lebih banyak dari 
materi-materi yang dirasa mudah.
3. Selayaknya bagi orang yang ingin belajar untuk menempatkan dirinya di tempat yang nyaman 
dan kondusif untuk melakukannya. Contoh: Masjid.
4. Membaca al-Qur’an sebelum belajar mampu membuat kita lebih fokus serta nyaman dalam 
belajar, karena salah satu keutamaan membaca al-Qur’an adalah penyucian jiwa dan penguatan 
pikiran.
5. Apapun soal yang nantinya akan muncul dalam ujian, merupakan soal-soal yang pembahasan 
materinya sudah dipaparkan oleh para duktur di kelas. Maka dari itu, alangkah baiknya untuk 
selalu menelaah kembali apa saja materi yang telah dijelaskan oleh para duktur setiah harinya 
selama dua kali atau lebih. Hal tersebut dimaksudkan agar kita mampu memaksimalkan berbagai 
manfaat yang bisa kita dapatkan dari kehadiran kita di bangku perkuliahan.
6. Dalam menjawab soal-soal ujian, diusahakan untuk dapat menjawab soal-soal tersebut sesuai 
dengan apa yang telah dijelaskan oleh duktur atau sesuai dengan bentuk jawaban yang memang 
duktur dari suatu materi itu inginkan.
7. Menyikapi adanya berbagai rangkuman materi kuliah al-Azhar yang tersebar secara luas, 
sesungguhnya sebaik-baik rangkuman materi perkuliahan adalah apa yang kita tulis dan pahami 
dari buku-buku yang ada di tangan kita, bukannya rangkuman yang dilakukan oleh orang-orang 
yang tidak jelas asal muasalnya.
Sebelum mengakhiri pesan-pesannya kepada segenap Mahasiswa yang memadati aula Imam 
Bukhori, Dr. Toha mengingatkan bahwasanya segala usaha yang kita lakukan untuk dapat meraih 
sukses dalam ujian di, harus senantiasa diniatkan hanya untuk Allah Swt. sehingga berdoa kepada￾Nya merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan bagi seluruh thâlib al-‘ilmi di universitas Al-Azhar.
   
Dr. Toha juga tak lupa menyampaikan, segala permasalahan perkuliahan yang didapati oleh seluruh
Mahasiswa, hendaknya langsung dikonsultasikan permasalahannya kepada para rektor Fakultas 
Ushuluddin. 
“Tidak ada pintu pemisah antara Mahasiswa dengan rektor kuliah Fakultas Ushuluddin, semua 
Mahasiswa diizinkan untuk memasuki ruangan kantor rektor apabila menemui suatu permasalahan 
yang perlu segera ditindak lanjuti solusi penyelesaiannya,” ujar Dr. Toha.
    Untuk sesi kedua esok hari, akan dipaparkan segala seluk beluk sistem penilaian ujian di al-Azhar. 
Akan dijelaskan juga berbagai tips dan nasehat yang membangun dalam mempersiapkan ujian di al￾Azhar. Adapun pembicara pada sesi kedua esok hari adalah Dr. Jalaluddin Ismail Ajwa selaku Atase 
     Dosen Fakultas Ushuluddin bidang Hadist Universitas al-Azhar. Oleh karena itu, kami selaku jajaran 
Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin mengajak seluruh Mahasiswa al-Azhar untuk ikut serta dan 
memeriahkan acara yang sangat bermanfaat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …