Skip to main content

Presiden PPMI Mesir: Jangan Sampai Mahasiswa Baru Disorientasi!


(Kairo, 22/7/2017)     Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, menghadiri Acara Sidang Permusyawaratan Anggota Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SPA SEMA-FU). Mengawali kata sambutannya dengan untaian bait-bait As-Sullam Al-Munawroq, Mahasiswa Jurusan Aqidah wal Falsafah yang baru ini menjabat sebagai Presiden PPMI Mesir itu mengapresiasi perkembangan positif pada Senat Ushuluddin dalam dua tahun terakhir.

“Dulu awal saya datang kesini, program senat redup, tidak lebih sekedar mengadakan bimbel-bimbel menjelang ujian. Tapi sejak Bung Afif memimpin, Senat terus melebarkan jangkauan manfaatnya.” Ungkapnya diiringi riuh tepuk tangan hadirin.

Pangeran juga menyinggung soal permasalahan disorientasi yang sering dialami mahasiswa yang baru tiba di Mesir. Tidak tau arah arah yang akan ditempuh disebabkan ketiadaan senior yang menuntun langkah mereka dengan memperkenalkan indahnya perkuliahan serta menyusun target dan prioritas di tahun-tahun pertama. Ini termasuk peran yang seharusnya diambil-alih oleh pengurus senat.

Dalam kesempatan ini pula, Presiden baru itu memperkenalkan program-program unggulan yang direncanakan untuk mengatasi masalah di atas. Diantaranya dengan mengadakan olimpiade Bahasa Arab.

“Hal paling pertama yang dibutuhkan oleh mahasiswa Baru di Mesir ini adalah kemampuan berbahasa, dengan itu ia bisa berinteraksi dan memahami pelajaran dengan baik. Dengan adanya olimpiade ini diharapkan dari sejumlah 1000 Maba, setidaknya 500 orang tertarik ikut, 300 orang bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadapinya. Dari mahasiswa-mahasiswa terbaik itu akan muncul bakat-bakat terpendam. Kalau tidak ada halangan akan kita hadiahkan peraih juara di antara mereka berupa tiket Umroh”.

Pangeran meminta, siapapun dari ketiga kandidat yang terpilih agar lebih menguatkan sinergitas Senat bersama PPMI. Tidak ada program-program yang saling menandingi melainkan saling mendukung dan saling melengkapi.

Selain Pangeran, hadir juga Wapres PPMI Mesir Fakhri Emil Habib bersama jajarannnya, Ustadz Fitrian Nabil dan beberapa senior kehormatan Ushuluddin. Mereka mengikuti acara hingga usai pada sekitar pukul 23.00 Malam.

Rep: Muhammad Zainuddin Ruslan

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …