Skip to main content

Eratkan Tali Persaudaraan, SEMA-FU Kunjungi Kediaman Hammam Nasrullah, Lc




     ushuluddin.com, Kairo - Bagian Humas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin mengadakan silaturahim ke kediaman Hamam Nasrullah, Lc di Darrosah. Acara yang diselenggarakan pada Selasa (5/11) pukul 15.00 CLT  ini merupakan salah satu program kerja Bagian Humas yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota senat dari beberapa periode juga sebagai wadah bertukar pengalaman dari beberapa senior.

     “Sibuk berorganisasi itu boleh, tapi jangan sampai prestasi akademik kita terbengkalai, dan jangan sampai hal itu membuat kalian menyesal”. Ujar Ketua Senat Fakultas Ushuluddin periode 2014-2015 tersebut mengawali bincang santai bersama anggota Humas kali ini.

     Tak lepas dari jabatannya sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin 14/15, Hammam Nasrullah, Lc menceritakan bagaimana perjalanan senat pada periode itu yang hanya berkecimpung pada pelaksanaan bimbingan belajar dan acara-acara akademik seperti bedah tesis dan disertasi saja. Selain itu masih banyak lagi lika-liku perjalanan senat kala itu; jumlah anggota senat yang masih sedikit sehingga berakibat pada terkendalanya beberapa program kerja, susahnya bangkit dari masa-masa senat yang pernah kosong beberapa tahun sebelumnya dan masih banyak lagi kesulitan pada masa itu. Hal itu ia sampaikan agar Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin periode sekarang bersyukur dan lebih semangat lagi dalam menjalankan tugas dan amanahnya.

     Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Tafsir ini menceritakan bagaimana sulitnya mengenyam pendidikan pascasarjana di Universitas Al-Azhar. Sedikitnya jumlah mahasiswa asal Indonesia berakibat sulitnya mencari teman belajar jika menemukan kesulitan dalam beberapa pelajaran. Bahkan dengan jumlah mahasiswa yang sedikit juga berakibat pada tingkat semangat dalam belajar karena kadang kala ada rasa bersaing yang semakin sedikit dibanding dengan masa belajar selama menempuh pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar.

     “Nilai bagus itu penting, untuk membangkitkan semangat persaingan antara Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir)”. Ujar Gubernur IKMAL (Ikatan Keluarga Mahasiswa Lampung) periode 2016 tersebut sebagai penambah semangat anggota senat untuk bersaing dalam bidang akademik.

     Perbincangan semakin hangat ketika Hammam Nasrullah, Lc. sedikit banyak menceritakan perihal kehidupan mahasiswa di zamannya dulu. Ia juga menuturkan bahwa jumlah Masisir semakin bertambah pesat seiring berjalannya waktu.

     “Orang yang bisa belajar di Al-Azhar ini merupakan orang-orang terpilih,” tutur Hammam Nasrullah mengakhiri bincang santai kali ini.

Oleh : Alya Mafaiz
Editor : Alif Rafdi

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …