Skip to main content

Putri Bangsa Kembali Torehkan Prestasi di Bumi Kinanah




     Fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar Kairo kembali melahirkan magister perempuan berkebangsaan Indonesia. Selasa (2/1), menjadi hari bersejarah bagi Ustadzah Puri Emilda yang berhasil menyelesaikan studi pascasarjananya di bidang Tafsir dan Ilmu al-Qur'an.
Mahasiswi asal Ponorogo ini, berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan dua dewan penguji, yaitu Prof. Dr. Muhammad Sarhan sebagai dosen penguji eksternal dan Prof. Dr. Thaha Abdul Khaliq Abdul Aziz sebagai dosen penguji dari Universitas al-Azhar Kairo sendiri, dengan judul tesis:
توجيهات الإمام الأجهوري في المتشابه اللفظي من خلال كتابه "إرشاد الرحمن لأسباب النزول والناسخ والمنسوخ والمتشابه وتجويد القرآن" من أول سورة الفاتحة إلى آخر سورة الأعراف جمعا ودراسة.
     Dalam sidang yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam di auditorium Sayyid el-Tawwab, Mabna Qadim Kuliah Banat al-Azhar, Hay Sadis, Kairo.
    Tepat pukul 11.00 waktu Kairo, Prof. Dr. Maghda Rasyad Mahanna yang merupakan pembimbing utama dalam penulisan tesis, membuka dan memimpin jalannya sidang. Selama sidang berlangsung tesisnya mendapatkan pujian, lantaran banyaknya unsur balaghoh yang terkandung di dalamnya, karena memang ilmu balaghoh terbilang cukup sulit terutama bagi pelajar non arab. Masing-masing dewan penguji juga memberikan berbagai koreksi serta masukan terhadap tesis beliau, tidak lain bertujuan untuk menyempurnakan karya beliau.
     Antusiasme hadirin tampak sekali dari perhatian mereka dalam mengikuti jalannya sidang. Dihadiri oleh orang terdekat beliau; baik dari almamater, kekeluargaan serta mahasiswa non Indonesia. Turut hadir Atase Pendidikan dan Budaya (Atdikbud) KBRI Kairo, Bapak Dr. Usman Syihab beserta jajaran. 
Sidang ini diakhiri dengan pembacaan nilai yang disampaikan langsung oleh dosen pembimbing utama beliau, bahwa Ustadzah Puri berhak mendapatkan gelar Magister dengan capaian nilai Mumtaz atau Cumlaude. Seketika ucapan hamdalah disertai tepuk tangan menghiasi ruangan sidang.
     Terakhir, Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin mengucapkan selamat kepada Ustadzah Puri Emilda, MA. atas kelulusannya dan semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan barakah bagi bangsa dan ummat islam, serta menjadi contoh dan motivasi bagi mahasiswa terutama mahasiswi Indonesia di Mesir. 
Barakallahu fiik wa nafa’a Allahu ‘ilmaki fii ad-Dunya wa al-Akhirah. Aamiin.

Comments

Muhammad hamzah fathullah said…
Adikku..... 😘😘😘😘

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …