Skip to main content

Pesan Singkat Dari Dekan Fakultas Ushuluddin Al Azhar Cairo Untuk Kita Semua



























Selasa (20/9) merupakan hari yang sangat bersejarah dan didalamnya terdapat berbagai moment yang tentunya tidak akan dapat dilupakan begitu saja bagi kita dan para Calon Mahasiswa Baru Universitas Al Azhar 2016. Salah satunya yaitu ketika memasuki hari pertama dalam rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) PPMI Mesir yang berlokasi di rumah kita, di ruangan yang sangat tak asing bagi kita semua,khususnya para masisir; karena identik dengan sejarahnya yang sangat masyhur,yaitu: Qoah Abdul Halim Mahmud.

Di tempat itu, di momen yang sangat bersejarah itu, bapak Dekan kita tercinta, Bapak Dekan Fakultas Ushuluddin, bapak DR Abdul Fattah Abdul Ghani menyampaikan beberapa point penting yang tentunya akan menjadi butir-butir pesan mutiara  yang sangat berharga bagi kita semua. Diantaranya sebagai berikut:

  • Beliau mengingatkan bahwa para Mahasiswa Baru ini merupakan calon duta-duta Al-Azhar yang akan menyebarkan ajaran islam yang moderat di negara mereka nanti ketika sudah pulang ke daerah asalnya masing-masing.
  • Beliau mengingatkan kepada pelajar Al-Azhar semuanya agar tidak belajar di tempat-tempat /para masyayikh yang bersebrangan paham dengan Al Azhar.
Itulah pesan-pesan mutiara yang insya Allah akan selalu kita kenang dalam memori ingatan kita dan akan selalu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Terimakasih bapak Dekan kami, Hafizhohu Allahu Ta'ala wa Rahimahu Rahmatan Wasi'ah wa nafa'ana bi'uluumihi fid daroin Aamiin YRA.

Semangat dan sukses selalu, Salam Ushuluddin Mantap!!!






Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.        Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât) , ada dua macam: a.        Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Ma

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri. B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas ent

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

 كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا      Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq. A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definit