Skip to main content

Diskusi Muqorror Bersama KAMUS SEMA-FU

Kamis lalu (12/11) Kajian Muqorror Ushuluddin (KAMUS) yang kedua kalinya alhamdulillah telah sukses dilaksanakan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen Kajian dan Keilmuan DP SEMA-FU tersebut berlangsung ba'da dzuhur di Masjid Al-Azhar setelah pada KAMUS sebelumnya diadakan di Hadiqoh Al-Azhar.

     M. Aditya Wirawan selaku penanggungjawab menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa khususnya tingkat dua dalam memahami muqorror dan cara menyampaikan isi muqorror tersebut kepada orang lain. Dan tentu saja kegiatan ini bisa lebih meningkatkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan sesama mahasiswa ushuluddin lainnya.
     "Harapan kedepannya sih, semoga di pertemuan berikutnya yang datang lebih banyak lagi," ujarnya.
     Adapun maddah yang dibahas pada pertemuan kedua kali ini masih menyangkut pada filsafat umum (فلسفة العامة). Kegiatan dibuka oleh Afifuddin Ibnu Syamsudin (Ketua SEMA-FU) selaku moderator dan dilanjutkan pembahasan qodiyah kelima yang dipimpin oleh Farizal Anwar. Talkhisan yang beliau buat cukup membantu teman-teman lain dalam memahami penjelasan yang disampaikan. Kemudian dilanjutkan oleh M. Khadafi Mardani yang membahas qodiyah ketujuh. Diskusi berjalan dengan lancar sampai akhir, bahkan lebih hangat dengan adanya konsumsi. Akhirnya KAMUS kedua selesai ketika adzan 'ashar berkumandang dengan ditutup bacaan hamdalah dan do'a kafarotul majlis. [elfa]

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …