Skip to main content

Lagi, Mahasiswa S2 Fakultas Ushuluddin Meraih Predikat Mumtaz


       

       Lagi, Mahasiswa S2 Fakultas Ushuluddin Meraih Predikat Mumtaz [SEMA-FU] - Sabtu (24/10) Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar kembali melahirkan salah satu lulusan terbaiknya. Setelah dua jam sidang yang cukup ketat, Ustadz Syukran Abu Bakar Ishaq berhasil mempertahankan tesis beliau di hadapan para dosen penguji, di antaranya al-ustadz Dr. Sayyid Mursi Ibrahim al-bayoumi, Dr. Sya'ban Muhammad Atiyyah, al-ustadz Dr. Muhammad Hasan Sibtan dan al-ustadz Dr. Said Ahmad Hafidz. Keberhasilan beliau dalam menyelesaikan sidang tersebut semakin lengkap dengan predikat mumtaz yang diraihnya.

       "Alhamdulillah untuk kesekian kalinya Fakultas Ushuluddin kembali melahirkan seorang penerus dakwah Islam di bumi pertiwi, ustadz Syukron Abu Bakar Ishaq yang baru menyelesaikan program magisternya. Setelah sebelumnya juga ada ustadzah Muzayyanah Hamna yang menyelesaikan program magisternya di fakultas yang sama dengan predikat mumtaz. Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Indonesia di Al-Azhar, khususnya di Fakultas Ushuluddin sendiri," ungkap Ketua SEMA-FU, Afifuddin Ibnu Syamsudin.
       Acara yang berlangsung di Qo'ah Syekh Abdul Halim Mahmud tersebut dihadiri oleh sekitar 70-an orang. Hadir diantaranya Atase Pendidikan Kairo Bapak Dr. Fahmi Lukman dan Gubernur KMA Ustadz Irwandi Novizar. Ucapan selamat silih berdatangan kepada Ustadz Syukran dan acara pun akhirnya ditutup dengan foto bersama. [elfa]

Comments

Popular posts from this blog

Apa Makna Sifat Wahdaniyah?

Sifat wahdaniyah merupakan salah satu sifat Salbiyah dari sifat-sifat wajib Allah. Sifat salbiyyah yaitu: هي الصفات التي تنفي عن الله ما لا يليق بذاته تعالى "Sifat-sifat yang menafikan dari Allah segala sifat yang tidak layak pada Dzat-Nya" Maka sifat wahdaniyah adalah sifat yang menafikan at-ta'ddud (berbilang-bilang), baik itu berbilang dalam dzat (at-ta'addud fî ad-dzât), berbilang dalam sifat (at-ta'addud fî ash-shifât) dan berbilang pada perbuatan (at-ta'addud fî al-af'âl). Adapun rinciannya sebagai berikut: 1.Keesaan Dzat (Wahdah ad-Dzât), ada dua macam: a.Nafyu al-Kamm al-Muttashil (menafikan ketersusunan internal) Artinya, bahwa dzat Allah tidak tersusun dari partikel apapun, baik itu jauhar mutahayyiz, 'ardh ataupun jism. Dalil rasional: "Jikalau suatu dzat tersusun dari bagian-bagian, artinya dzat itu membutuhkan kepada dzat yang membentuknya. Sedangkan Allah mustahil membutuhkan pada suatu apapun. Maka mustahil Dzat Allah tersusun dari bagian.…

10 Prinsip Dasar Ilmu Tauhid

A. Al-Hadd: Definisi Ilmu Tauhid Ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang bisa meneguhkan dan menguatkan keyakinan dalam beragama seorang hamba. Juga bisa dikatakan, ilmu Tauhid adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan dan metode yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan tersebut, melalui hujjah (argumentasi) untuk mempertahankannya. Dan juga ilmu tentang cara menjawab keraguan-keraguan yang digencarkan oleh musuh-musuh Islam dengan tujuan menghancurkan agama Islam itu sendiri.
B. Maudhu’: Objek Pembahasan Ilmu Tauhid Ada beberapa pembahasan yang dijelaskan dalam ilmu ini, mulai dari pembahasan `maujud` (entitas, sesuatu yang ada), `ma’dum` (sesuatu yang tidak ada), sampai pembahasan tentang sesuatu yang bisa menguatkan keyakinan seorang muslim, melalui metode nadzori (rasionalitas) dan metode ilmi (mengetahui esensi ilmu tauhid), serta metode bagaimana caranya kita supaya mampu memberikan argumentasi untuk mempertahankan keyakinan tersebut. Ketika membahas entitas, kita bisa menege…

10 Prinsip Dasar Ilmu Mantiq

كل فن عشرة # الحد والموضوع ثم الثمرة ونسبة وفضله والواضع # والاسم الاستمداد حكم الشارع مسائل والبعض بالبعض اكتفى # ومن درى الجميع حاز الشرفا
   Dalam memahami suatu permasalahan, terkadang kita mengalami kekeliruan/salah paham, karena pada tabiatnya akal manusia sangat terbatas dalam berpikir bahkan lemah dalam memahami esensi suatu permasalahan. Karena pola pikir manusia selamanya tidak berada pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, manusia membutuhkan seperangkat alat yang bisa menjaga pola pikirnya dari kekeliruan dan kesalahpahaman, serta membantunya dalam mengoperasikan daya pikirnya sebaik mungkin. Alat tersebut dinamakan dengan ilmu Mantiq. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba mengulas Mabadi ‘Asyaroh - 10 prinsip dasar -  ilmu Mantiq.
A.  Takrif: Definisi Ilmu Mantiq      Ditinjau dari aspek pembahasannya, ilmu Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang maklumat – pengetahuan - yang bersifat tashowwuri (deskriptif) dan pengetahuan yang besifat tashdiqi (definitif). Berkat dua …